Mewujudkan Desa Pesisir Sehat: Edukasi Praktik Pengolahan Herbal Fungsional Berbasis Pekarangan di Kecamatan Abeli
Abstract
. Pemanfaatan tanaman herbal berbasis pekarangan rumah merupakan salah satu strategi yang berpotensi mendukung promosi kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular di masyarakat. Namun, pemanfaatan tanaman herbal oleh masyarakat pesisir masih terbatas pada penggunaan sebagai bumbu dapur dan belum banyak dikembangkan menjadi produk herbal fungsional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keyakinan masyarakat dalam memanfaatkan herbal fungsional berbasis pekarangan rumah melalui edukasi dan praktik pengolahan herbal. Kegiatan dilaksanakan di Kecamatan Abeli dengan melibatkan 24 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik pengolahan minuman herbal berbahan jahe dan serai, serta evaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dari nilai rata-rata 61,8 menjadi 86,5 dalam membudidayakan, mengolah, dan memanfaatkan herbal fungsional. Peserta juga mampu mengolah minuman herbal jahe-serai secara mandiri dan menunjukkan minat yang lebih tinggi untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber tanaman herbal keluarga. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk memanfaatkan tanaman herbal sebagai upaya mendukung kesehatan keluarga dan mewujudkan desa pesisir yang lebih sehat
Copyright (c) 2026 Waode Syahrani Hajri Rasjid, Jamaluddin Jamaluddin, La Rangki, Rangki, Sukurni Sukurni, Arfiyan Sukmadi, Ida Mardhiah Afrini Kasman Arifin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
1. Hak cipta artikel dialihkan ke Karya Kesehatan Journal of Community Engagement (K2JCE), dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak publikasi moral adalah milik penulis.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel jurnal digital elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti bahwa Jurnal K2JCE berhak menyimpan, mentransfer media/format, mengelola dalam bentuk database, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik bersifat open access untuk keperluan ilmu pengetahuan kesehatan. Selain itu, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.












