Edukasi Teknik Penyelaman yang Sehat Sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Pembuluh Darah dan Jantung pada Penyelam Tradisional di Desa Bajo Indah Kec. Soropia
Abstract
Aktivitas penyelaman tradisional merupakan mata pencaharian utama bagi masyarakat pesisir, namun praktik yang tidak sesuai standar keselamatan berisiko tinggi menyebabkan gangguan pembuluh darah dan jantung, seperti penyakit dekompresi dan barotrauma. Minimnya pengetahuan tentang teknik penyelaman yang aman serta terbatasnya akses pelayanan kesehatan di daerah pesisir memperburuk kondisi ini. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan penyelam tradisional tentang teknik penyelaman yang sehat sebagai upaya pencegahan gangguan pembuluh darah dan jantung di Desa Bajo Indah, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan penutup (post-test dan evaluasi). Peserta berjumlah 30 orang nelayan tradisional yang melakukan penyelaman aktif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan. Sebelum penyuluhan, sebagian besar peserta memiliki pengetahuan kurang (63%), namun setelah penyuluhan terjadi peningkatan jumlah peserta yang memiliki pengetahuan cukup (40% ) dan baik (50%). Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi tanya jawab dan aktif berbagi pengalaman terkait keluhan dekompresi yang sering dialami serta metode tradisional yang mereka lakukan. Simpulan terjadinya peningkatan pengetahuan tentang teknik penyelaman yang sehat setelah diberikan penyuluhan. Disarankan perlunya tindak lanjut berupa kerja sama lintas program dengan puskesmas serta lintas sektor untuk fasilitasi metode penangkapan yang lebih aman.
References
Fitriasari E, Sri Dewi Untari NK, Annisa Fitra N. Risk Factors for Decompression Sickness. J Multidisiplin Indones. 2024;3(2):3806–18.
Wabula LR. Perilaku Keselamatan Dan Kesehatan Penyelaman Pada Penyelam Tradisional Berbasis Health Action Process Approach. Univ Airlangga Surabaya [Internet]. 2019;1–77. Available from: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/84143
Sukbar, Dupai L, Munandar S. Relation Between Diving Activities With Vital Lung Capacity of Fishermen in Rural Torobulu District Laeya South Konawe 2016. Fak Kesehat Masy Univ Halu Oleo. 2016;1–9.
Edge, C. J., & Wilmshurst PT. The pathophysiologies of diving diseases. BJA Educ. 2021;21(9):343.
Lautridou. Physiological characteristics associated with increased resistance to decompression sickness in male and female rats. J Appl Physiol. 2020;129(3):612–625.
Kongkamol. Role of health locus of control in preventing occupational decompression sickness among deep-sea fisherman divers. Heal Psychol Behav Med. 2023;11(1).
Howle LE, Weber PW, Hada EA, Vann RD, Denoble PJ. The probability and severity of decompression sickness. PLoS One. 2017;12(3):1–25.
Savioli G, Alfano C, Zanza C, Piccini GB, Varesi A, Esposito C, et al. Dysbarism: An Overview of an Unusual Medical Emergency. Med. 2022;58(1).
Cialoni. Dive risk factors, gas bubble formation, and decompression illness in recreational SCUBA diving: analysis of DAN Europe DSL database. Front Psychol. 2017;8:1587.
Simon J. Mi et all. Decompression sickness and arterial gas embolism. Emerg Care Q. 2022;4(3):39–45.
Brackett BE. In-Water Recompression for the Treatment of Decompression Sickness. , 6.tle. Lynchbg J Med Sci. 2019;1(2).
Effendy I. Pengaruh Pemberian Pre-Test Dan Post-Test Terhadap Hasil Belajar Mata Diklat Hdw.Dev.100.2.A Pada Siswa Smk Negeri 2 Lubuk Basung. J Ilm Pendidik Tek Elektro [Internet]. 2016;1(2):81–8. Available from: jurnal.untirta.ac.id/index.php
Iyong EA, Kairupan BHR, Engkeng S. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Tentang Gizi Seimbang Pada Peserta Didik di SMP Negeri 1 Nanusa Kabupaten Talaud. J KESMAS [Internet]. 2020;9(7):59–66. Available from: https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/kesmas/article/view/31613
Copyright (c) 2026 Nurfantri Nurfantri, Muhaimin Saranani, Dali Dali, Rundu Rundu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
1. Hak cipta artikel dialihkan ke Karya Kesehatan Journal of Community Engagement (K2JCE), dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak publikasi moral adalah milik penulis.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel jurnal digital elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti bahwa Jurnal K2JCE berhak menyimpan, mentransfer media/format, mengelola dalam bentuk database, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik bersifat open access untuk keperluan ilmu pengetahuan kesehatan. Selain itu, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.












