Pemberdayaan Klub Lansia Melalui Senam Prolanis di Desa Sebotok
Abstract
Penyakit degeneratif atau lebih sering disebut penyakit kronis merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih menjadi perhatian nasional maupun global pada saat ini. Salah satu upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kronia agar tidak terus menerus meningkat, pemerintah Indonesia membuat program pengelolaan penyakit kronis atau yang disebut dengan PROLANIS. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pengelolaan penyakit kronik adalah melalui senam prolanis. Tujuan: Mengetahui proses pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dengan melaksanakan senam prolanis bagi lansia guna pencegahan penyakit kronis. Tahapan metode: 1) Tim melakukan koordinasi pada elemen masyarakat terkait waktu dan tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian, 2) Melakukan pemeriksaan tekanan darah, 3) Penyuluhan/sosialisasi dilakukan pada lansia terkait masalah penyakit kronik hipertensi dan diabetes, 4) Penyuluhan/sosialisasi dilakukan dengan penyampaian materi dan diselingi tanya jawab dari peserta, 5) Melakukan senam prolanis pada lansia. Sasaran adalah lansia sebanyak 15 orang. Kegiatan dilakukan pada 5Mei 2026 di Desa Sebotok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa partisipatif aktif lansia 100% dimana sesi edukatif terbukti meningkatkan keterlibatan peserta secara signifikan dalam sesi diskusi. Pada sesi aktivitas fisik 100% peserta mampu mendemonstrasikan gerakan senam Prolanis dengan tepat. Selain itu, peserta menyampaikan adanya kenyaman pada kondisi badan. Pemeriksaan tanda-tanda vital dalam kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran peserta akan pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin.
References
World Health Organization. The Top 10 Causes of Death. Geneva; 2018. https://www.who.int.
Dendana E, Ghammem R, Sahli J, Maatoug J, Fredj S, Ben. Clustering Of Chronic Diseases Risk Factors Among Adolescents: A QuasiExperimental Study In Sousse, Tunisia. Int J Adolesc Med Health. 2021;
Kemenkes RI. Buku Pedoman Manajemen Penyakit Tidak Menular. In: Direktur Jenderal Pencegahan Oleh Pengendalian Penyakit Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2019.
Survei Kesehatan Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2023. 2023; Available from: https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-ski-2023/
Maulidati LF, Maharani C. Evaluasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Temanggung. J Kesehat Masy. 2022;10(2):233–43.
Maulina N, Sawitri H, Nadira CS, Rahayu MS, Arvinda AD, Habibi RI. Pemberdayaan Desa Binaan dengan Melaksanakan Senam Prolanis Bagi Lansia Guna Pencegahan Penyakit Kronis. J Pengabdi Kesehat. 2024;2(2):1–6.
Bompa TO, Buzzichelli C. Periodization: theory and methodology of training. Sixth Edit. United States of America: Human Kinetics; 2019.
PERKENI. Pedoman Pengolaan Dan Pencegahan Prediabetes Di Indonesia. In Perkeni. Airlangga University Press; 2019.
Pratiwi P, Muflihatin SK. Pengaruh Senam Tera Terhadap Tekanan Darah Dan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Lansia Di PSTW Nirwana Puri Samarinda. Borneo Student Res. 2021;3(1):248–53.
Maulidina F, Harmani N, Suraya I. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Jati Luhur Bekasi tahun 2018. ARKESMAS (Arsip Kesehat Masyarakat). 2019;4(1):149–55.
Umam MK, Martani RW, Yuniarsih SM, Yuniarti. Perilaku Self-care pada Penderita Hipertensi di Indonesia: Systematic Literature Review. J Promot Prev. 2023;6(6):908–918.
Riyanto P, Koten YC, Lahinda J. Senam lansia dalam upaya meningkatkan kebugaran jasmani lansia. J Pendidik Dan Kebud. 2022;2(3):314–9.
Copyright (c) 2026 Harmili Harmili

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
1. Hak cipta artikel dialihkan ke Karya Kesehatan Journal of Community Engagement (K2JCE), dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak publikasi moral adalah milik penulis.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel jurnal digital elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti bahwa Jurnal K2JCE berhak menyimpan, mentransfer media/format, mengelola dalam bentuk database, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik bersifat open access untuk keperluan ilmu pengetahuan kesehatan. Selain itu, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.












