Edukasi K3 untuk Meningkatkan Kesadaran Risiko pada Nelayan Penyelam Tradisional
Abstract
Nelayan penyelam tradisional merupakan kelompok pekerja dengan risiko tinggi terhadap gangguan kesehatan akibat aktivitas penyelaman yang tidak aman. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran risiko menjadi faktor penting yang mempengaruhi perilaku keselamatan kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran risiko nelayan penyelam melalui edukasi keselamatan dan kesehatan kerja. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dengan desain pre-test dan post-test yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 57 nelayan penyelam tradisional di wilayah pesisir Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan menggunakan ceramah interaktif, diskusi, serta media visual berupa leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan, serta observasi partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada seluruh indikator, meliputi pemahaman risiko penyelaman, gejala penyakit dekompresi, penggunaan alat keselamatan, dan upaya pencegahan. Edukasi yang diberikan juga meningkatkan kesadaran risiko dan partisipasi aktif peserta selama kegiatan. Dengan demikian, edukasi keselamatan dan kesehatan kerja dapat menjadi strategi awal yang efektif dalam upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan keselamatan kerja nelayan penyelam.
References
2. Denoble PJ, Vann RD, Pollock NW. Risks of Diving and Decompression Illness. The Lancet Respiratory Medicine. 2018;6(6):470-81.
3. Harisa A, Tahir T, Ningrat S. Edukasi Pencegahan Dan Manajemen Dekompresi Pada Nelayan Penyelam. Jurnal Abdimas Kesehatan. 2023.
4. Maharja R, Saputra E. Knowledge-Driven Risk of Diving-Induced Paralysis among Traditional Divers. CORE Journal. 2025;5(2).
5. Zohorsky PJ. Human Error in Commercial Fishing Vessel Accidents: An Investigation Using the Human Factors Analysis and Classification System: Old Dominion University; 2020.
6. Kusnanto K, Wabula LR, Purwanto B. Safety Behaviour in Traditional Divers. International Maritime Health. 2020;71(1):56-61.
7. Ibrahim H, Lagu A, Syahrir S. Assistance to Improve Occupational Safety Behavior in Traditional Diver Communities. 2024.
8. der Meer SM-v, Smit DJ, Hutting N, van Lankveld W, Engels J, Reneman M, et al. Facilitators and Barriers to Implementing Interventions to Prevent Musculoskeletal Disorders in Blue-Collar Workers: A Scoping Review. 2024;34(3):555-67.
9. Moon RE. Decompression Sickness. New England Journal of Medicine. 2019;381(6):557-66.
10. Edmonds C, Bennett M, Lippmann J, Mitchell S. Diving and Subaquatic Medicine. 5 ed: CRC Press; 2016.
11. Glanz K, Rimer BK, Viswanath K. Health Behavior: Theory, Research, and Practice. 5 ed. San Francisco: Jossey-Bass; 2015.
12. Mayer RE. Multimedia Learning. 2 ed: Cambridge University Press; 2009.
13. World Health Organization. Community Engagement: A Health Promotion Guide 2020.
Copyright (c) 2026 Arfiyan Sukmadi, Ida Mardhiah Afrini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
1. Hak cipta artikel dialihkan ke Karya Kesehatan Journal of Community Engagement (K2JCE), dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak publikasi moral adalah milik penulis.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel jurnal digital elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti bahwa Jurnal K2JCE berhak menyimpan, mentransfer media/format, mengelola dalam bentuk database, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik bersifat open access untuk keperluan ilmu pengetahuan kesehatan. Selain itu, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.












