Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Senam Lansia Pada Penderita Hipertensi
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh lansia akibat perubahan fisiologis pada sistem kardiovaskular seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup lansia apabila tidak dikelola dengan baik. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya melalui Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) senam lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas fisik, membantu pengendalian tekanan darah, serta meningkatkan kebugaran dan kemandirian lansia. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Terapi Aktivitas Kelompok dengan pendekatan dinamika kelompok. Kegiatan senam lansia dilaksanakan pada lansia penderita hipertensi di Desa Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, dengan durasi sekitar 15–20 menit. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap orientasi, tahap kerja berupa senam lansia, dan tahap terminasi. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap partisipasi, kemampuan lansia dalam mengikuti gerakan senam, serta respon verbal dan nonverbal selama kegiatan berlangsung. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa lansia mampu mengikuti dan mempraktikkan gerakan senam lansia dengan baik sesuai kemampuan masing-masing. Lansia menunjukkan respon positif, antusiasme, serta merasa lebih rileks dan segar setelah mengikuti kegiatan. Terapi Aktivitas Kelompok senam lansia dapat disimpulkan sebagai salah satu intervensi keperawatan gerontik yang efektif dan bermanfaat dalam membantu pengendalian tekanan darah serta meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi.
Copyright (c) 2026 Indra Indra, Maryadi Maryadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
1. Hak cipta artikel dialihkan ke Karya Kesehatan Journal of Community Engagement (K2JCE), dengan sepengetahuan penulis, sedangkan hak publikasi moral adalah milik penulis.
2. Ketentuan hukum formal untuk mengakses artikel jurnal digital elektronik tunduk pada ketentuan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY-SA), yang berarti bahwa Jurnal K2JCE berhak menyimpan, mentransfer media/format, mengelola dalam bentuk database, memelihara, dan menerbitkan artikel.
3. Naskah yang diterbitkan baik cetak maupun elektronik bersifat open access untuk keperluan ilmu pengetahuan kesehatan. Selain itu, dewan redaksi tidak bertanggung jawab atas pelanggaran hukum hak cipta.












