Caregiver Burden dalam Merawat Penderita Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Langsa Barat dan UPTD Puskesmas Langsa Kota
Abstract
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global dan nasional, termasuk di Indonesia. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kondisi fisik pasien, tetapi juga memberikan beban pada keluarga sebagai caregiver yang berperan dalam proses perawatan. Caregiver sering menghadapi berbagai tekanan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi yang dapat memengaruhi kualitas hidup serta efektivitas perawatan pasien. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gambaran caregiver burden dalam merawat penderita tuberkulosis paru. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran caregiver burden pada keluarga yang merawat pasien tuberkulosis paru di wilayah kerja UPTD Puskesmas Langsa Barat dan UPTD Puskesmas Langsa Kota. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner karakteristik responden dan Zarit Burden Interview (ZBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (80,0%), berada pada kelompok usia 40–50 tahun (40,0%), dengan tingkat pendidikan terakhir SMA (37,5%). Berdasarkan hubungan dengan pasien, sebagian besar responden merupakan orang tua (35,0%), dan mayoritas lama merawat ≤ 6 bulan (55,0%). Tingkat caregiver burden menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami beban berat (60,0%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa caregiver pasien tuberkulosis paru didominasi oleh perempuan usia dewasa madya dengan hubungan sebagai orang tua, serta mayoritas mengalami caregiver burden pada kategori berat.












2.jpg)






