Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Skrining Mandiri Preeklampsia
Abstract
Preeklampsia adalah gangguan kehamilan yang dapat dialami oleh seluruh ibu hamil karena kehamilan itu sendiri merupakan keadaan yang meningkatkan kerentanan terhadap gangguan tekanan darah. Oleh karena itu, diperlukan upaya skrining mandiri oleh ibu hamil, seperti pemantauan tekanan darah dan pengenalan tanda bahaya preeklampsia. Pengetahuan yang baik mengenai skrining mandiri diharapkan dapat membantu ibu hamil melakukan deteksi dini secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil mengenai skrining mandiri preeklampsia di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu hamil terbanyak berada pada rentang 20–35 tahun yaitu sebanyak 29 responden (85,3%). Mayoritas responden memiliki pendidikan terakhir SMA sebanyak 21 orang (61,8%). Berdasarkan usia kehamilan, sebagian besar responden berada pada trimester II sebanyak 16 orang (47,1%). Sebagian besar responden juga melakukan pemeriksaan antenatal care secara rutin sebanyak 34 orang (100%) dan merupakan primipara sebanyak 15 orang (44,1%). Hasil distribusi frekuensi menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 16 orang (47,05%), dan hampir sebanding dengan kategori pengetahuan cukup sebanyak 15 orang (44,11%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Tiga memiliki pengetahuan baik tentang skrining mandiri preeklampsia. Ibu hamil diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya melakukan skrining mandiri preeklampsia secara rutin guna mendukung deteksi dini.












2.jpg)






