Asuhan Keperawatan Pasien Hipertensi Dengan Nyeri Akut Menggunakan Terapi Slow Deep Breathing Di Klinik Pratama Waraka Lapas Perempuan Kelas III Kendari
Abstract
Abstrak. Hipertensi adalah kondisi medis yang ditandai oleh peningkatan tekanan darah, baik pada angka sistolik maupun diastolik. Sering kali, hipertensi hadir tanpa gejala yang jelas; namun, tekanan darah yang tetap tinggi selama periode yang lama dapat mengakibatkan komplikasi, termasuk rasa nyeri yang akut. Teknik pernapasan dalam yang lambat, atau slow deep breathing, merupakan metode relaksasi yang melibatkan pengaturan pernapasan secara sadar menjadi lebih lambat dan dalam, biasanya dengan kecepatan 6-10 kali per menit. Teknik ini dilakukan dengan cara menghirup udara dalam-dalam melalui hidung, menahannya sejenak, lalu mengeluarkannya perlahan melalui mulut. Tujuan dari latihan ini adalah untuk mengurangi stres, ketegangan, rasa sakit, dan juga menurunkan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara, dengan jumlah sampel satu pasien. Penerapan yang dilakukan melibatkan terapi komplementer (non-farmakologis) berupa slow deep breathing selama delapan jam. Hasil penerapan ini menunjukkan bahwa terapi slow deep breathing dapat diterapkan pada pasien hipertensi untuk mengurangi nyeri sebagai terapi komplementer (non-farmakologis) karena biayanya yang efisien, prosedurnya yang sederhana, dan tidak ditemukan efek samping.
Abstract. Hypertension is a medical condition characterized by an increase in blood pressure, both systolic and diastolic. Often, hypertension presents without obvious symptoms; however, persistently high blood pressure over a long period of time can lead to complications, including acute pain. Slow deep breathing is a relaxation technique that involves consciously regulating breathing to be slower and deeper, usually at a rate of 6-10 times per minute. This technique is performed by inhaling deeply through the nose, holding the breath for a moment, and then exhaling slowly through the mouth. The purpose of this exercise is to reduce stress, tension, pain, and also lower blood pressure. This study used observation and interview methods, with a sample size of one patient. The application involved complementary (non-pharmacological) therapy in the form of slow deep breathing for eight hours. The results of this application showed that slow deep breathing therapy can be applied to hypertensive patients to reduce pain as a complementary (non-pharmacological) therapy because it is cost-effective, simple to perform, and has no side effects.












2.jpg)






