Gambaran Penatalaksanaan Kegawatdaruratan Psikiatri Pada Pasien Dengan Skizofrenia Di RSUD Tombulilato
Abstract
Abstrak
Kegawatdaruratan psikiatri memerlukan penanganan khusus, namun kondisi yang sering dijumpai caregiver pada pasien kegawatdaruratan psikiatri adalah pengekangan dan pemberian obat. Metode terapi dalam keadaan darurat psikiatri meliputi: Farmakoterapi, kesendirian (isolasi) dan pengekangan (physical restraint) dan psikoterapi. Tujuan Penelitian ini yaitu mengetahui gambaran penatalaksanaan kegawatdaruratan psikiatri pada pasien skizofrenia di RSUD Tombulilato. Desain penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif retrospektif menggunakan data rekam medis sejak bulan Januari 2024 sampai bulan November 2024, dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan variabel tunggal yaitu penatalaksanaan kegawatdaruratan psikiatri pada pasien Skizofrenia. Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan data rekam medik di dapatkan bahwa penatalaksanaan kegawatdaruratan psikiatrik meliputi tindakan anamnesa pada 111 pasien (74%), tindakan pemberian farmakologi pada 103 pasien (76%) tindakan restrain setelah pemberian farmakologi pada 88 pasien (65%). Diharapkan hasil penelitian ini dapat dikembangkan lagi sesuai dengan hal-hal terkait manajemen kegawatdaruratan psikiatri yang belum sempat diteliti oleh peneliti.
Absctract
Psychiatric emergencies require specific handling, but the conditions commonly encountered by caregivers of patients in psychiatric emergencies involve restraint and medication. The therapeutic methods in psychiatric emergencies include pharmacotherapy, isolation, physical restraint, and psychotherapy. This research aims to describe the management of psychiatric emergencies in schizophrenia patients at Tombulilato Hospital. This research employs a retrospective quantitative approach, analyzing medical record data from January 2024 to November 2024, with a descriptive analytic design and a single variable: the management of psychiatric emergencies in schizophrenia patients. The results indicate that the management of psychiatric emergencies included anamnesis for 111 patients (74%), pharmacological intervention for 103 patients (76%), and the use of restraint after pharmacological intervention for 88 patients (65%). It is expected that the results can be further develofferto explore aspects of psychiatric emergency management that were not covered in this research.












2.jpg)






