Hubungan antara Dukungan Keluarga dengan Tingkat Depresi pada Pasien Diabetes Mellitus

  • Al Maun Stikes Karya Kesehatan Kendari
  • Firman Firman Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan
  • Narmawan Narmawan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Abstract

Kejadian DM terus menerus mengalami peningkatan tanpa ada penurunan jumlah kejadian DM jika tidak dilakukan pencegahan kenaikan kadar gula darah. Komplikasi yang bisa terjadi akibat kadar glukosa dalam darah tinggi diantaranya dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik, gangguan pada mata, penyakit ginjal, neuropati, stroke bahkan penyakit vaskular perifer sehingga  untuk mencegah maka dibutuhkan dukungan keluarga karena dukungan keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan fisik maupun kesehatan mental dari penderita diabetes melitus. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain korelasi dengan melibatkan sampel sebanyak 59 orang dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan uji korelasi spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat depresi dengan kategori normal sebanyak 74,6% dan kategori ringan sebanyak 25,4%, dukungan keluarga dengan kategori baik sebanyak 69,5% dan kategori kurang sebanyak 30,5% serta terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien Diabetes Mellitus dan diperoleh nilai r sebesar 0,259 artinya tingkat keeratan hubungan dukungan keluarga dengan tingkat korelasi lemah. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien Diabetes Mellitus. Disarankan agar keluarga memberikan dukungan pada pasien Diabetes Mellitus agar tidak mengalami depresi

Published
2025-05-30