Perbedaan Perilaku Merokok Anggota Keluarga Dengan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) Pada Balita
Abstract
ISPA masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia yang dapat disebabkan oleh faktor perilaku dan faktor lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan perilaku merokok anggota keluarga dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada balita di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Lepo-lepo. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan Cross Sectional Study yang dilaksanakan di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Lepo-lepo pada bulan Juni-Agustus tahun 2024 dengan jumlah sampel sebanyak 97 balita. Hasil penelitian menunjukan perilaku merokok paling banyak adalah perokok sangat aktif sebanyak 51 responden atau sebesar 52,6%. ISPA paling banyak adalah tidak terdiagnosa ISPA yaitu sebanyak 67 responden atau sebesar 69,1%. hasil uji statistik yang dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square diketahui bahwa nilai ρ-value 0,230 lebih besar dari nilai α (0,05) maka Ha ditolak dan Ho diterima yang berarti bahwa tidak ada perbedaan perilaku merokok anggota keluarga dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada balita di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Lepo-lepo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan perilaku merokok anggota keluarga dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada balita di Wilayah Kerja BLUD UPTD Puskesmas Lepo-lepo.











.jpg)


